Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ma’al Hadits Al-Syarif: Realitas Umat yang Dilukis Kaum Kafir dengan Kuas Senjata Mereka dan Pewarna Darah Kita

 


Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu yang berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«فُكُّوا الْعَانِيَ- يَعْنِي الْأَسِيرَ- وَأَطْعِمُوا الْجَائِعَ وَعُودُوا الْمَرِيضَ»

Bebaskan orang yang tertahan—maksudnya adalah tawanan—, beri makan orang yang kelaparan, dan jenguk orang yang sakit.” (HR. Bukhari).

Wahai Saudaraku Tercinta:

Para ulama menyebutkan ketika menjelaskan hadits ini bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan tiga hal, yang semuanya menjadi hak seorang Muslim atas Muslim yang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memberi makan orang yang kelaparan, menjenguk orang yang sakit, dan memerintahkan untuk membebaskan orang yang tertahan, yakni membebaskan tawanan. Dengan demikian, ada kewajiban bagi Muslim untuk berusaha membebaskan dan menyelamatkan tawanan dengan berbagai cara yang bisa dilakukan selama tidak melanggar syariah. Karenanya, penguasa tidak boleh mengabaikan masalah terkait tawanan, justru penguasa harus melakukan berbagai upaya yang diperlukan untuk membebaskannya. Ketika wanita Ammuriyah (Amorion) memohon kepada al-Mu’tashim, maka al-Mu’tashim merespon permohonannya, dan segera bangkit menyiapkan pasukan yang besar, lalu bergerak menelusuri bukit-bukit dan gunung-gunung, demi merespon permohonannya. Al-Mu’tashim tidak hanya membebaskan dan melepaskan tawanan wanita itu saja, melainkan juga membumihanguskan Ammuriyah dan menangkap banyak orang Romawi. Sebelumnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melakukan hal yang sama terkait wanita Muslim Anshar yang telah dikhianati oleh orang-orang Yahudi di pasar Qaynuqa, di mana mereka melakukan pelecehan seksual terhadap wanita itu dengan menyingkap sebagian auratnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meresponnya dengan cepat dengan memerangi mereka dan mengusirnya dari Madinah. Begitu pula Al-Hajjaj ketika mendengar suara seorang wanita Muslim yang ditahan di kedalaman Samudera Hindia, Al-Hajjaj mengirim pasukan besar yang dipimpin oleh Muhammad bin Al-Qasim menyerbu negara itu, dan membunuh rajanya, sehingga wanita Muslim itu kembali menikmati kebebasan dan kemuliaannya. Dalam sejarah banyak sekali dibicarakan tentang peristiwa serupa yang tidak dapat disebutkan pada ruang dan kesempatan yang terbatas ini.

Wahai kaum Muslim:

Jika penjara-penjara Amerika, Eropa, Rusia dan Cina penuh sesak dengan ratusan ribu anak-anak kaum Muslim, maka itu potret realitas penjara yang dimiliki musuh-musuh kita. Namun, apa yang kita katakan tentang kezaliman para penguasa kita terhadap sesama kita, dan realitas penjara mereka? Apa yang kita katakan ketika keadaan umat saat ini sedang dihantui kekecewaan oleh duka dan pertikaian? Penjara para penguasa dibuka untuk generasi umat ini yang beriman, dan dibuka untuk mereka yang mengatakan “Lā Ilāha Illallāh Muhammad[un] Rasūlullāh, Tidak Ada Tuhan Selain Allah dan Muhammad Adalah Utusan Allah”. Apa yang terjadi di penjara-penjara para penguasa umat yang zalim dan bejat, yang membuat Anda menutup mata, hidup begitu pahit dan diselimuti rasa sakit, sehingga kesedihan Anda menjadi berlipat ganda, akibatnya air mata tertumpah tidak tahan melihat kesedihan dan kekecewaan. Lihatlah Syam, setelah ia menjadi penjara besar, setelah itu ia menjadi sumber rasa sakit yang menyayat hati dan membuat pikiran melayang. Anda melihat para tahanan di sana disiksa secara fisik dan mental yang menghantarkan pada kematian, yang tidak lain karena mereka berkata: “Rabbunā Allāhu, Tuhan kami adalah Allah”. Apa yang kita katakan ketika realitas kehidupan umat telah menjadi begitu pahitnya? Sebuah realitas yang sengaja dilukis oleh para penguasa dan tuan-tuan mereka di negeri-negeri kaum Muslim dengan kuas senjata mereka dan pewarna darah kita. Ya, realitas di penjara telah menjadi seperti yang Anda lihat dan bahkan lebih mengerikan lagi. Semua ini berubah seperti itu, setelah orang-orang kafir diyakinkan akan kelemahan kita, lenyapnya kekuatan kita, dan runtuhnya Khilafah kita, sehingga tidak ada belas kasihan sedikit pun pada kita ketika menumpahkan siksaannya. Siapa yang bisa membebaskan kaum Muslim yang saat ini menjadi tawanan para penguasa budak dan tuan mereka, orang-orang kafir? Tidak ada yang dapat memerdekakan dan membebaskan mereka kecuali Sang Khalifah!

Ya Allah, segerakan tegakknya Khilafah Rasyidah ‘ala minhājin nubuwah, yang akan menyatukan kaum Muslim, serta yang akan mengakhiri bencana dan mala petaka yang sejauh ini menyelimuti mereka. Ya Allah, terangi bumi dengan nur (cahaya)-Mu yang mulia. Allāhumma āmīn! [Abu Maryam]

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 27/5/2022.

Posting Komentar untuk "Ma’al Hadits Al-Syarif: Realitas Umat yang Dilukis Kaum Kafir dengan Kuas Senjata Mereka dan Pewarna Darah Kita"