Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Banjir Menyerang Perumahan, Salah Tata Kelola Lingkungan

 

Ilustrasi banjir


Oleh: Nita Savitri (Bogor Selatan)


Banjir menyerang di sejumlah wilayah Kota hujan, Bogor setelah hujan deras Minggu malam (11/9). Tercatat 77 rumah di perumahan Griya Satria Jingga Satu Paguyuban, Desa Ragajaya, Bojonggede terendam banjir. Kemudian di Desa Kota Batu, Ciomas, sebanyak 82 rumah dan Sukamantri, Tamansari sejumlah 7 unit rumah juga menjadi korban banjir (12/9).

Menurut Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, banjir yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi. Ditambah adanya longsor di Tebing Penahan Tanah (TPT) yang menyebabkan meluapnya air sungai ke pemukiman warga.

Walau tidak menimbulkan kerusakan, namun adanya banjir di kota hujan patut dipertanyakan. Secara geografis, wilayah Bogor merupakan dataran tinggi yang mestinya tahan banjir. Kondisi hujan deras, tidak semestinya dipermasalahkan. Apalagi Bogor memang dikenal sebagai kota hujan, wajar intensitas hujannya memang tinggi.

Dari dulu yang rawan banjir adalah dataran rendah, bukan yang tinggi. Maka aneh, jika saat ini banyak dijumpai dataran tinggi pun tak luput dari banjir. Hal ini disebabkan tata kelola lingkungan yang salah oleh manusia. Pembangunan yang hanya mengejar kemodernisasian, tanpa mengindahkan kelestarian lingkungan. 

Banyak perumahan yang dibangun di atas tanah yang rawan longsor, akibat gundulnya perbukitan/hutan. Bisa juga karena banyaknya gedung, mall dibangun di daerah resapan air, sehingga jalannya air menjadi terhalang oleh bangunan beton. Adanya sampah yang dibuang di sungai juga bisa menjadi sebab, banjir di musim hujan. Alam menjadi rusak, akibat ulah tangan manusia yang ceroboh dan serakah.

Negara seyogianya tidak memberi ijin kepada pembangunan yang tidak mengindahkan kelestarian alam. Pembangunan yang bersifat kapitalistik, jelas hanya mengutamakan keuntungan materi belaka. Tanpa memikirkan nasib lingkungan. Kerusakan alam yang terjadi akibat ulah para pengusaha, hendaknya menjadi kriminal yang harus disanksi. Kelengahan menjaga alam, akan berimbas pada generasi masa depan. Mereka mewarisi alam yang rusak, rawan bencana bagi semua makhluk dunia.



Posting Komentar untuk "Banjir Menyerang Perumahan, Salah Tata Kelola Lingkungan"