Kejatuhan AS Adalah Dekat


Oleh : Umar Syarifudin 
(Pengamat Politik Internasional)

Investor yang juga miliarder George Soros, Kamis waktu setempat, menyatakan bahwa pasar global akan goyah karena ketidakmenentuan yang muncul dari kebijakan-kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. "Saat ini ketidakmenentuan sudah berada pada puncaknya," kata Soros kepada Bloomberg News dalam makan malam bersama media tahunannya pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. "Saya tak menganggap pasar akan baik-baik saja." (antaranews.com 20/1/17)

Catatan Jum’at :

Dunia hari ini terpuruk di bawah cengkraman bandit kapitalis  yang mengendalikan pusat-pusat kolonialisme, dimana satu-satunya jalan keluar dari penderitaan ini untuk  umat manusia adalah dengan mencari tempat perlindungan dalam  sistem ekonomi Islam yang didasarkan pada sistem emas dan perak, dan mencegah spekulasi keuangan, serta mencegah semua jenis riba.

Ketika masayarakat terjaga sore hari ini, mereka menyaksikan kehinaan Presiden Donald Trump. Amerika menghadapi banyak sekali tantangan-tantangan di banyak wilayah di dunia yang menjadi dominasinya. Di Timur Tengah, selain perlunya bantuan akan penggantian regional, wilayah itu secara perlahan berubah dari wilayah yang uni-polar dalam kekuasaan Amerika, menjadi wilayah yang multi-polar. Amerika juga menghadapi tantangan dari China dan Rusia atas akses minyak ke Timur Tengah. Pada saat ini, Amerika sedang bersaing dengan Cina, India dan Jepang maupun Uni Eropa untuk memperoleh bagian yang besar atas emas hitam di wilayah-wilayah itu.

AS dibawah rezim manapun pasti tersungkur, pemerintah AS termasuk Negara-negara kapitalis Barat dan Timur mengadopsi kebijakan menurunkan tingkat suku bunga dan membeli aset-aset beracun hanya untuk menunda ambruknya perekonomian. Amerika saat ini sedang menderita penyakit demam yang parah, dimana obatnya menjadi semakin mahal dan intervensi yang dilakukan oleh dokter-dokter dari negara-negara itu tidak mampu mengikis perasaan panik atas ketidakstabilan yang telah mengakar. Bisa jadi pemerintah Barat justru akan menenggelamkan pasar uang ke kubangan inflasi. Ambruknya pasar barang dan munculnya gelembung mata uang yang bisa meletus menyebabkan penderitaan terbesar yang disaksikan oleh dunia krisis keuangan global yang lalu maupun masa datang.

AS bukan sekedar Trump, para politisi Amerika tidak memiliki visi jangka panjang, dan tidak peduli bahwa mereka sebenarnya sedang menghindari klaim keuangan dengan menaikkan plafon utang dengan  kebijakan mencetak uang kertas, yang mereka sebut dengan dolar sehingga menyebabkan meningkatnya inflasi, dan utang yang terus bertambah  menjadi beban  generasi yang akan datang, mereka hanya peduli dengan pemilu berikutnya dan tidak pernah peduli pada  bencana yang terjadi bagi generasi yang akan datang.

Generasi berikutnya  harus memikul beban akibat kebijakan para politisi Amerika yang bodoh, dan rakyat-rakyat dari berbagai belahan dunia  menderita kesulitan dan penderitaan serta harus  bekerja siang dan malam untuk  menyerahkan kekayaan mereka untuk para “bandit” keuangan keuangan Paman Sam, yang tidak memiliki definisi atas keadilan dan kebenaran, tapi yang ada dalam kamusnya hanyalah intimidasi dan teror bergaya koboi. Manipulasi oleh AS atas kebijakan fiskal ini akan menyebabkan bencana keuangan bagi negara-negara berkembang seperti Turki, Indonesia dan lain-lain. 

Kebijakan keuangan AS dengan menarik modal dari pasar uang untuk membiayai utang, akan mengakibatkan terjadinya penarikan dana para  investor pada pasar uang negara-negara berkembang ini akan mendorong pemerintah Turki dan Indonesia, dan di negara-negara lain, untuk menaikkan suku bunga dalam upaya mempertahankan  modal. Kondisi ini  artinya akan meningkatkan biaya utang dalam negeri, atau terkena dampak tekanan spekulan mata uang lokal yang akan menghasilkan krisis keuangan, seperti yang terjadi di Asia Tenggara pada tahun 1997.

Seluruh paparan di atas semakin membuktikan bahwa bangunan ekonomi Kapitalisme selama ini memang rapuh. Hal ini semakin meneguhkan bahwa bangunan apapun yang tidak didasarkan pada syariah Islam, pastilah rapuh dan pasti suatu saat akan runtuh.

Kita sedang melalui saat-saat yang menentukan, dan sedang menyaksikan akibat langsung dari tindakan imperialis Amerika yang sombong dan melampaui batas. Bagi kaum Muslim, semua yang tersisa adalah pendirian Khilafah untuk memadamkan kerusakan dari saat-saat ini. Yang membedakan umat Islam dengan umat yang lain adalah tekad mereka untuk menegakkan syariah dan Khilafah. Tentu saja, tekad ini harus berbarengan dengan persiapan militer yang kuat. Itulah militer yang akan membela tegaknya Khilafah. Umat Islam tidak akan membiarkan Khilafah tegak tanpa kekuatan yang akan dengan gampang dihancurkan musuh. [VM]

Belum ada Komentar untuk "Kejatuhan AS Adalah Dekat"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel