Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MULTAQO SYAWAL ULAMA ASWAJA SURABAYA: “Kebiadaban Zionis Yahudi di Gaza, Bukti Ketidakberdayaan dan Kegagalan Kapitalisme, Demokrasi, Nasionalisme dan Komunisme Serta Pentingnya Khilafah”



Surabaya, Visi Muslim-  Sabtu, 29 Mei 2021 Para Ulama, Kyai, Assatid dan Mubaligh dari Surabaya bersama menggelar majelis kembali dalam acara Multaqo Syawal Ulama Aswaja Surabaya. Tema Multaqa kali ini tentang “KEBIADABAN ISRAEL DI GAZA, BUKTI KETIDAK BERDAYAAN DAN KEGAGALAN KAPITALISME – DEMOKRASI-NASIONALISME – DAN KOMUNISME SERTA URGENSI KHILAFAH “.

Acara diawali dengan Maulid Diba’i (Shalawat Nabi dan bacaan Burdah Al Madiih) untuk menyambut para hadirin yang datang.

Tujuan Multaqo’ Syawal ini dalam rangka menjalin ukhuwah Islamiyah dan halal bi halal antar ulama di Surabaya, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Acara di pandu oleh Kyai Fatahillah Thohir, Majelis Ta’lim Al Fatih Surabaya, dengan segala kefasihannya mengarahkan jalannya acara.

Sambutan Shohibul Hajah Multaqo Kyai Muh. Ismail Izziddin, beliau menyampaikan kita perlu memperhatikan situasi saudara kita di palestina. Lanjut beliau, di awal tahun 1917 Yahudi mendompleng negara pemenang Perang Dunia 1 yaitu Inggris dan sekutunya bermigrasi ke tanah Palestina. Sampai tahun 1948 mendirikan negara Israel dengan dukungan Inggris.

Karena itu pada malam hari ini, kita perlu mencurahkan perhatian, agar bangsa Palestina mendapatkan solusi tuntas. Lalu Kyai Ismail mengutip hadis nabi.

“Barang siapa bangun di pagi hari, tapi dia tidak memikirkan kepentingan umat Islam, maka dia bukan termasuk umatku”. (HR. Muslim).

Lanjut beliau,

ثُمّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

Kemudian akan datang kembali masa Khilafah yang mengikuti metode kenabian (HR Ahmad).


Selanjutnya Aqwal minal Ulama KH Abu Dzaky Sholahuddin (Majelis Dzikir wa Ta’lim Al Ghazali). Kondisi kaum muslimin di Palestina adalah bagian ujian terhadap kekuatan iman dan Islam kita. Allah SWT tidak menjadikan musibah kepada kaum muslimin, kecuali untuk menguji kaum muslimin yang lain. Apa dan bagaimana reaksi dan empati, ketika saudaranya didzolimi.

Selanjutnya Aqwal minal Ulama Kyai Abdul Hakim (Dai Surabaya), kita wajib mensyukuri nikmat Allah, yaitu: 3 nikmat yang harus kita jaga dan syukuri bahkan orang kafir merasa iri, cemburu sehingga melakukan intimidasi, memecah belah dan adu domba.

Nikmat Islam : Nikmat terbesar yang menjamin kemuliaan manusia, karena dengan Islam kita bisa membedakan jalan gelap dengan jalan cahaya, dengan Islam kita mengenal Tuhan Allah, dengan Islam kita bisa membedakan yang Haq dan yang Batil. Umatan Wahidah (Umat yang satu) Umat yang secara Kwantitas besar dan secara kwalitas besar akan berpotensi negara super power. Nikmat Allah mengamanatkan bumi ini, negri kaum muslin melimpah kekayaan alamnya.

Maka ketika seruan untuk membebaskan Palestina sesungguhnya bagian dari seruan untuk membebaskan Islam dari cengkraman Yahudi, dan nasrani. Baik dalam bentuk Liberalisme, Kapitalisme, Komunisme dan Isme-isme lain. Itu perwujudan kita peduli dengan permasalahan kaum muslimin, mencurahkan kekuatan untuk memenangkan kaum muslimin.

Selanjutnya, Aqwal minal Ulama Kyai Mukromin (Da’i Suramadu) Dalam Surat Al Baqarah ayat 120 orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu sebelum engkau mengikuti agama mereka. Ayat ini akan berlaku sampai hari kiamat dan jika kita mengikuti hawa nafsu mereka maka Allah akan berlepas diri darimu.

“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya” (QS. As-Saff Ayat 8)

Selanjutnya Aqwal minal Ulama H Fathul Mubin (Majelis Ta’lim Marhamah) mengenai peristiwa Palestina dan Israel, ini sudah lama sekali semenjak 73 tahun konflik antara Israel dan Palestina. Saya yakin Allah SWT mampu menghancurkan Israel, kapan saja. Namun Allah memberikan kesempatan kepada kaum muslimin untuk berjihad, menjadikan ladang jihad.

Selanjutnya Aqwal minal Ulama Kyai Drs Suhail Karim (Da’i Indonesia), Dengan Kalimat La illaha ilallah Muhammad Rasulullah Kalimat yang bisa mengikat seluruh kaum muslimin di dunia, kalimat yang agung, dan menjadikan kaum muslimin menjadi manusia yang terpilih.

Palestina telah berada di bawah kekuasaan Islam saat dibebaskan oleh Khalifah Umar bin al-Khathab radhiyallahu ‘anhu pada tahun 15 H. Munculah gerakan gerakan untuk mengembalikan tanah kaum muslimin dari cengkraman penjajah Zionis.

Termasuk gerakan dakwah yang didirikan Syaikh Muhammad Taqiyuddin bin Ibrahim bin Musthafa bin Isma’il bin Yusuf an-Nabhani adalah seorang ulama dari Yerusalem yang menjadi pendiri partai politik Islam Hizbut Tahrir.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Imam (Khalifah) itu laksana perisai; kaum Muslim diperangi (oleh kaum kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya (HR Muslim).

Acara diakhir dengan pembacaan pernyataan sikap ulama Aswaja Surabaya tentang sikap mereka terhadap Zionis Yahudi, lalu ditutup dengan doa. []

Posting Komentar untuk "MULTAQO SYAWAL ULAMA ASWAJA SURABAYA: “Kebiadaban Zionis Yahudi di Gaza, Bukti Ketidakberdayaan dan Kegagalan Kapitalisme, Demokrasi, Nasionalisme dan Komunisme Serta Pentingnya Khilafah”"